hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 246

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/25 Chapter:

Berwudlu Dengan Rendaman/Perasan Sari Buah

بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ

246
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah lagi maudhu' (palsu). HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq 11 53); Al 'Ilal (1/356), keduanya dari jalur pengarang. Di dalam sanadnya terdapat Al Husain bin Ubaidullah Al 'Ijli. Ibnu Adi berkata, "Ia lebih mirip orang yang memalsukan hadits.' Al Mizan (2021).
سنن الدارقطني ٢٤٦: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , ثنا الْفَضْلُ بْنُ صَالِحٍ الْهَاشِمِيُّ , نا الْحُسَيْنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْعِجْلِيُّ , نا أَبُو مُعَاوِيَةَ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ أَبِي وَائِلٍ , قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ , يَقُولُ: كُنْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ الْجِنِّ فَأَتَاهُمْ فَقَرَأَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنَ , فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ اللَّيْلِ: «أَمَعَكَ مَاءٌ يَا ابْنَ مَسْعُودٍ؟» , قُلْتُ: لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ , إِلَّا إِدَاوَةً فِيهَا نَبِيذٌ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تَمْرَةٌ طَيِّبَةٌ وَمَاءٌ طَهُورٌ» , فَتَوَضَّأَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. الْحُسَيْنُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ هَذَا يَضَعُ الْحَدِيثَ عَلَى الثِّقَاتِ
Sunan Daruquthni 246: Muhammad bin Ahmad bin Al hasan menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Shalih Al Hasyimi mengabarkan kepada kami, Al Husain bin Ubaidullah Al Ijli mengabarkan kepada kami, Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami, dari Al A'masy, dari Abu Wail, ia berkata, "Aku mendengar Ibnu Mas'ud mengatakan, 'Aku bersama Nabi SAW pada malam jin. Lalu beliau mendatangi mereka, kemudian membacakan Al Qur'an kepada mereka. Lalu pada sebagian malam Rasulullah SAW bertanya kepadaku, "Apakah ada air padamu wahai Ibnu Mas'ud? Aku jawab, 'Tidak. Demi Allah wahai Rasulullah, kecuali kantong air yang berisi rendaman/perasan sari buah.' Maka Rasululah SAW bersabda, ''Rendaman/perasan kurma yang baik dan air penyuci" Lalu Rasulullah SAW berwudhu dengannya." Al Husain bin Ubaidullah memalsukan beberapa hadits dari orang-orang tsiqah.