hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 248

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/25 Chapter:

Berwudlu Dengan Rendaman/Perasan Sari Buah

بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ

248
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah. HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq 91/54) dan diriwayatkan juga oleh Abu Nu'aim di dalam Dala'il An-Nubuwwah dari jalur Ath-Thabrani dengan sanadnya kepada Mu'awiyah dari Amr bin Ghailan. Hal ini dikatakan oleh Az-Zaila'i di dalam Nashb Ar-Rayah (1/142), di dalam sanadnya terdapat fulan bin Ghailan Ats-Tsaqafi. Adz-Dzahabi memuat biografinya di dalam Al Mizan dan menyebut ucapan Ad-Daraquthni, "Haditsnya tidak shahih." (6781) sedangkan Abu Sallam Mamthur Al Habasyi seorang yang tidak diketahui identitasnya, At-Taqrib (2417).
سنن الدارقطني ٢٤٨: حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ الْحَسَنِ , نا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي حَسَّانَ , نا هَاشِمُ بْنُ خَالِدٍ الْأَزْرَقُ , ثنا الْوَلِيدُ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ , عَنْ أَخِيهِ زَيْدٍ عَنْ جَدِّهِ أَبِي سَلَّامٍ , عَنْ فُلَانِ بْنِ غَيْلَانَ الثَّقَفِيِّ , أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ , يَقُولُ: «دَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , لَيْلَةَ الْجِنِّ بِوُضُوءٍ , فَجِئْتُهُ بِإِدَاوَةٍ فَإِذَا فِيهَا نَبِيذٌ , فَتَوَضَّأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». الرَّجُلُ الثَّقَفِيُّ الَّذِي رَوَاهُ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ مَجْهُولٌ , قِيلَ: اسْمُهُ عَمْرٌو وَقِيلَ: عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرِو بْنِ غَيْلَانَ
Sunan Daruquthni 248: Muhammad bin Ahmad bin Al Hasan menceritakan kepada kami, Ishaq bin Ibrahim bin Abu Hassan mengabarkan kepada kami, Hisyam bin Khalid Al Azraq mengabarkan kepada kami, Al Walid mengabarkan kepada kami, Mu'awiyah bin Sallam mengabarkan kepada kami, dari saudaranya, yakni Zaid, dari kakeknya, yakni Abu Sallam, dari Fulan bin Ghailan Ats-Tsaqafi, bahwa ia mendengar Abdullah bin Mas'ud mengatakan, "Pada malam jin, Rasulullah SAW menyuruhku membawakan air wudhu. Lalu aku membawakan sebuah kantong air, ternyata isinya rendaman/perasan sari buah. Lalu Rasululalh SAW berwudhu (dengannya)." Orang Ats-Tsaqafi yang meriwayatkannya dari Ibnu Mas'ud tidak diketahui identitasnya. Ada yang mengatakan bahwa namanya adalah Amr, ada juga yang mengatakan Abdullah bin Amr bin Ghailan.