hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 251

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/25 Chapter:

Berwudlu Dengan Rendaman/Perasan Sari Buah

بَابُ الْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ

251
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah: Disebutkan oleh Al Baihaqi (1/12); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/56), di dalam sanadnya terdapat Mazidah bin Jabir. Abu Zur'ah berkata, "Bukan apa-apa." Disebutkan juga oleh Ibnu Hibban di dalam Ats-Tsiqat (1/515). Tautsiq (penilaian kuat) dari Ibnu Hibban tidak dianggap sebab ia menilai kuat orang-orang yang tidak diketahui identitasnya. Hal ini mengikuti kaidahnya yang dijelaskannya pada awal bukunya. Abdullah bin Maisarah adalah Abu Ishaq Al Kufi atau Abu Laila Al Khurasani, seorang yang lemah, At-Taqrib (3663).
سنن الدارقطني ٢٥١: نا أَبُو بَكْرٍ الشَّافِعِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ شَاذَانَ , نا مُعَلَّى , نا هُشَيْمٌ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ الْكُوفِيِّ , عَنْ مَزِيدَةَ بْنِ جَابِرٍ , عَنْ عَلِيٍّ , ح وَثنا أَبُو سَهْلٍ , نا إِبْرَاهِيمُ الْحَرْبِيُّ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , نا وَكِيعٌ , عَنْ أَبِي لَيْلَى الْخُرَاسَانِيِّ , عَنْ مَزِيدَةَ بْنِ جَابِرٍ , عَنْ عَلِيٍّ , عَلَيْهِ السَّلَامُ , قَالَ: «لَا بَأْسَ بِالْوُضُوءِ بِالنَّبِيذِ»
Sunan Daruquthni 251: Abu Bakar Asy-Syafi'i mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Syadzan mengabarkan kepada kami, Mu'alla mengabarkan kepada kami, Husyaim mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq Al Kufi, dari Mazidah bin Jabir, dari Ali {h} Abu Sahl menceritakan kepada kami, Ibrahim Al Harbi mengabarkan kepada kami, Abdullah bin Umar mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, dari Abu Laila Al Khurasani, dari Mazidah bin Jabir, dari Ali AS, ia mengatakan, "Tidak apa-apa berwudhu dengan rendaman/perasan sari buah."