سنن الدارقطني ٢٦٤٣: ثنا ابْنُ مَخْلَدٍ , نا صَالِحُ بْنُ مُقَاتِلِ بْنِ صَالِحٍ , نا أَبِي , نا مُحَمَّدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ , عَنْ مُوسَى بْنِ عُبَيْدَةَ , أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دِينَارٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «مِنَ السُّنَّةِ تُدَلِّكُ الْمَرْأَةُ مِنْ رَأْسِهَا بِشَيْءٍ مِنْ حِنَّاءٍ عَشِيَّةَ الْإِحْرَامِ , وَتُغَلِّفُ رَأْسَهَا بِغَسْلِةِ لَيْسَ فِيهَا طِيبٌ وَلَا تُحْرِمْ عَطَلًا»
Sunan Daruquthni 2643: Ibnu Makhlad menceritakan kepada kami, Shalih bin Muqatil bin Shalih memberitakan kepada kami, bapakku memberitakan kepada kami, Muhammad bin Az-Zibriqan memberitakan kepada kami. dari Musa bin Ubaidah. Abdullah bin Dinar mengabarkan kepadaku. dari Ibnu Umar, bahwa dia pernah mengatakan, " termasuk sunnah seorang wanita menggosokkan pacar (inai) pada sebagian kepalanya ketika sore hari saat berihram dan menutup kepalanya dengan membasuhnya tanpa memberikan minyak wangi dan tidak berihram dengan melepas perhiasannya."