سنن الدارقطني ٢٧٧٤: ثنا أَبُو رَوْقٍ الْهِزَّانِيُّ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بَكْرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ رَوْحٍ الْأَهْوَازِيُّ , نا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ , عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ , سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ كَثِيرٍ , يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي الْمِنْهَالِ , قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ , يَقُولُ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُمْ يُسْلِفُونَ فِي التَّمْرِ السَّنَتَيْنِ وَالثَّلَاثَ , فَقَالُ: «مَنْ أَسْلَفَ فَلْيُسْلِفْ فِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ أَوْ وَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى أَجَلٍ مَعْلُومٍ»
Sunan Daruquthni 2774: Abu Rauq Al Hizzani Ahmad bin Muhammad Bakar menceritakan kepada kami, Ahmad bin Rauh Al Ahwazi menceritakan kepada kami, Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Ibnu Abu Najih, ia mendengar Abdullah bin Katsir menceritakan dari Abu Al Minhal, ia berkata: Aku mendengar Ibnu Abbas RA berkata: Ketika Rasulullah SAW datang ke kota Madinah, penduduknya menerapkan sistem Salaf dalam transaksi buah kurma kering selama dua dan tiga tahun. Maka Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang melakukan transaksi Salaf, maka sebaiknya dilakukan pada takaran tertentu, atau timbangan tertentu. hingga batas waktu tertentu pula."