سنن الدارقطني ٢٧٨٢: ثنا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْخَشَّابُ التِّنِّيسِيُّ , نا عَمْرُو بْنُ أَبِي سَلَمَةَ , نا أَبُو مُعَيْدٍ , عَنْ سُلَيْمَانَ يَعْنِي ابْنَ مُوسَى , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , وَعَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّهُمَا كَانَا يَقُولَانِ: عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ اشْتَرَى بَيْعًا فَوَجَبَ لَهُ فَهُوَ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يُفَارِقْهُ صَاحِبُهُ , إِنْ شَاءَ أَخَذَ , وَإِنْ شَاءَ فَارَقَهُ فَلَا خِيَارَ لَهُ»
Sunan Daruquthni 2782: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isa Al Khasysyab At-Tinnisi menceritakan kepada kami, Amr bin Abu Salamah menceritakan kepada kami, Abu Mu'aid menceritakan kepada kami dari Sulaiman —yaitu Ibnu Musa—, dari nafi‘, dari Ibnu Umar, dan dari Atha' bin Abu Rabah, dari Ibnu Abbas, keduanya berkata: dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa membeli sesaatu hingga akad selesai maka ia berhak untuk memilih selama si penjual belum meninggalkannya. Jika mau ia dapat mengambil barang tersebut, dan jika mau ia dapat meninggalkan si pembeli sehingga ia tidak lagi memiliki hak memilih."