hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 2795

13. Jual Beli

سنن الدارقطني

2795
Sunan Daruquthni
Albani: Sanadnya dha‘if. HR. Ibnu Majah (2228), Al Bazzar (2/86), dan Al Baihaqi (5/216) dari Ubaidullah bin Musa. Menurutku, di dalam sanadnya terdapat Ibnu Abu Laila yang divonis dha‘if. Biografinya telah dijelaskan sebelumnya. Sementara Abu Az-Zubair adalah seorang mudallis dan meriwayatkan haditsnya secara ‗an‘anah.
سنن الدارقطني ٢٧٩٥: ثنا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , وَمُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ , وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ هَانِئٍ , قَالُوا: نا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , نا ابْنُ أَبِي لَيْلَى , عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الطَّعَامِ حَتَّى يَجْرِيَ فِيهِ الصَّاعَانِ؛ صَاعُ الْبَائِعِ , وَصَاعُ الْمُشْتَرِي»
Sunan Daruquthni 2795: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur dan Muhammad bin Ishaq dan Ibrahim bin Hani' menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada mereka, Ibnu Abu Laila menceritakan kepada kami, dari Abu Az-Zubair, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, "Rasulullah SAW melarang menjual kembali makanan hingga sempurna dua jenis takaran: takaran penjual dan takaran pembeli."