سنن الدارقطني ٢٨١٦: ثنا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ , نا وَكِيعٌ , نا عُمَرُ بْنُ فَرُّوخَ الْقَتَّابُ , سَمِعَهُ مِنْ خُبَيْبِ بْنِ الزُّبَيْرِ , [ص:403] عَنْ عِكْرِمَةَ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُبَاعَ لَبَنٌ فِي ضَرْعٍ , أَوْ سَمْنٌ فِي لَبَنٍ»
Sunan Daruquthni 2816: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Abu Bakar bin Abu Syaibah menceritakan kepada kami, Waki' menceritakan kepada kami, Umar bin Farukh Al Qattat menceritakan kepada kami, bahwa ia telah mendengar dari Khubaib bin Az-Zubair, dari Ikrimah, dia berkata, "Rasulullah SAW melarang menjual susu yang masih berada di kantung susu binatang, atau mentega yang terkandung dalam susu."