سنن الدارقطني ٢٨٢٣: ثنا أَبُو رَوْقٍ الْهَرَّانِيُّ بِالْبَصْرَةِ , نا أَحْمَدُ بْنُ رَوْحٍ , نا سُفْيَانُ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , سَمِعَ أَبَا الْمِنْهَالِ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ مُطْعِمٍ , يَقُولُ: بَاعَ شَرِيكٌ لِي دَرَاهِمَ فِي السُّوقِ بِنَسِيئَةٍ , فَقُلْتُ: لَا يَصْلُحُ هَذَا , فَقَالَ: لَقَدْ بِعْتُهَا فِي السُّوقِ فَمَا عَابَ ذَلِكَ عَلَيَّ أَحَدٌ , قَالَ: فَسَأَلْتُ الْبَرَاءَ بْنَ عَازِبٍ , فَقَالَ: قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَتَبَايَعُ هَذَا الْبَيْعَ , فَقَالَ: «مَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ فَلَيْسَ بِهِ بَأْسٌ , وَمَا كَانَ نَسِيئَةً فَلَا يَصْلُحُ». وَالْقَ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ فَاسْأَلْهُ فَإِنَّهُ كَانَ أَعْلَمَنَا تِجَارَةً فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ مِثْلَ ذَلِكَ
Sunan Daruquthni 2823: Abu Rauq Al Harrani di Bashrah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Rauh menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar bahwa ia mendengar Abu Al Minhal Abdurrahman bin Muth'im berkata: Sekutuku pernah menjual beberapa dirham di pasar dengan cara dibayar di kemudian waktu. Aku kemudian berkata kepadanya, "Ini tidak dibenarkan!" Ia berkata, "Aku telah menjualnya di pasar dan tak seorang pun yang menegurku." Ia berkata: Aku lalu menanyakan hal tersebut kepada Al Barra bin Azib, ia berkata: Rasulullah SAW datang dan kami melakukan praktek jual beli seperti ini. Maka beliau bersabda, "Apabila transaksi dilakukan secara tunai maka tidaklah mengapa. Namun apabila dilakukan secara utang (dibayar dikemudian hari) maka tidak boleh." Coba kau temui Zaid bin Arqam, karena ia lebih tahu tentang masalah. jual beli di antara kami." Aku lantas bertanya kepadanya, dan ia mengatakan hal yang serupa.