سنن الدارقطني ٢٨٤٢: وَنا أَبُو الْقَاسِمِ بَدْرُ بْنُ الْهَيْثَمِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ عُتْبَةّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مُسَبِّحٍ الْجَمَالُ , نا عِصْمَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا إِسْرَائِيلُ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ أَبِي وَائِلٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: «إِذَا اخْتَلَفَ الْبَيِّعَانِ وَالْمَبِيعُ مُسْتَهْلَكٌ فَالْقَوْلُ قَوْلُ الْبَائِعِ» , وَرَفَعَ الْحَدِيثَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ
Sunan Daruquthni 2842: Abu Al Qasim Badr bin Al Haitsam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Ubaid bin Abd menceritakan kepada kami, Ahmad bin Musabbih Al Jamal menceritakan kepada kami, Ishmah bin Abdullah menceritakan kepada kami, Isra'il menceritakan kepada kami dari Al A'masy, dari Abu Wa'il, dari Abdullah, ia berkata, "Jika penjual dan pembeli saling berselisih pendapat, sementara barang telah dipakai maka yang menjadi acuan adalah perkataan penjual." Hadits ini diriwayatkan kepada Rasulullah SAW secara marfu'.