سنن الدارقطني ٢٨٦٠: نا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدِ بْنِ الْعَلَاءِ الْكَاتِبُ , نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ , عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الْحَسَنِ الْأَحْوَلِ مَوْلَى مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ , حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ , حَدَّثَنِي عُمَارَةُ بْنُ حَارِثَةَ الضَّمْرِيُّ , ذَكَرَ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَثْرِبِيٍّ , قَالَ: شَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ بِمِنًى فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ: «لَا يَحِلُّ لِامْرِءٍ مِنْ مَالِ أَخِيهِ شَيْءٌ إِلَّا مَا طَابَتْ بِهِ نَفْسُهُ» , فَقُلْتُ حِينَئِذٍ: يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَأَيْتَ إِنْ لَقِيتُ غَنَمَ ابْنِ عَمٍّ لِي فَأَخَذْتُ مِنْهَا شَاةً فَاجْتَزَرْتُهَا أَعَلَيَّ فِي ذَلِكَ شَيْءٌ؟ , قَالَ: «إِنْ لَقِيتَهَا نَعْجَةً تَحْمِلُ شَفْرَةً وَأَزْنَادًا فَلَا تَمَسَّهَا»
Sunan Daruquthni 2860: Muhammad bin Ubaid bin Al Ala‘ Al Katib menceritakan kepada kami, Ali bin Harb menceritakan kepada kami, Zaid bin Al Hubab menceritakan kepada kami dari Abdul Malik bin Al Hasan Al Ahwal, maula Marwan bin Al Hakam, Abdurrahman bin Abu Sa'id menceritakan kepadaku, Umarah bin Haritsah Adh-Dhamri menceritakan kepadaku, ia menyebutkan dari Amr bin Yatsribi, dia berkata: Aku menyaksikan Rasulullah SAW pada saat Haji Wada' di Mina, aku mendengar beliau bersabda, "Tidak halal bagi seseorang sesuatu dari harta saudaranya kecuali dengan kerelaan hatinya.‘ Aku kemudian berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu apabila aku menemukan gembalaan domba milik sepupuku, lalu aku ambil seekor darinya dan aku sembelih, apakah aku memiliki satu kewajiban atasnya?" Rasulullah SAW menjawab, "Jika engkau hanya mendapati seekor domba betina saja, dan padanya terdapat syafrah dan Aznad, maka jangan engkau sentuh.”