سنن الدارقطني ٢٨٨٦: ثنا أَبُو بَكْرٍ النَّيْسَابُورِيُّ , نا يُوسُفُ بْنُ سَعِيدٍ , نا حَجَّاجٌ , عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , أَخْبَرَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ , أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا , يَقُولُ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنْ بِعْتَ مِنْ أَخِيكَ ثَمَرًا فَأَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ فَلَا يَحِلُّ لَكَ أَنْ تَأْخُذَ مِنْهُ شَيْئًا , لِمَ تَأْخُذُ مَالَ أَخِيكَ بِغَيْرِ حَقٍّ؟». قُلْتُ لِأَبِي الزُّبَيْرِ: هَلْ سَمَّى لَكَ الْجَوَائِحَ؟ , قَالَ: لَا.
Sunan Daruquthni 2886: Abu Bakar An-Naisaburi menceritakan kepada kami, Yusuf bin Sa'id menceritakan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami dari Ibnu Juraij, Abu Az-Zubair mengabarkan kepadaku bahwa ia telah mendengar Jabir berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Jika engkau menjual buah (yang masih di pohon) kepada saudaramu, kemudian buah tersebut tertimpa bencana (rusak) maka kamu tidak halal mengambil sedikitpun atas pembayarannya. Atas dasar apakah engkau mengambil harta saudaramu dengan cara yang tidak dibenarkan." Aku kemudian bertanya kepada Abu Az-Zubair, "Apakah ia menyebutkan lafazh 'berbagai bencana'?" Ia menjawab, "Tidak."