سنن الدارقطني ٢٩٥٠: ثنا أَبُو عَلِيٍّ الصَّفَّارُ مِنْ أَصْلِ كِتَابِهِ , نا عَلِيُّ بْنُ سَهْلِ بْنِ الْمُغِيرَةِ , حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى , نا حَنْظَلَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ , قَالَ: سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «مَنْ وَهَبَ هِبَةً فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا مَا لَمْ يُثَبْ مِنْهَا». لَا يَثْبُتُ هَذَا مَرْفُوعًا , وَالصَّوَابُ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عُمَرَ مَوْقُوفًا
Sunan Daruquthni 2950: Abu Ali Ash-Shaffar dan kitab asalnya menceritakan kepada kami, Ali bin Sahl bin Al Mughirah menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Musa menceritakan kepada kami, Hanzhalah bin Abu Sufyan menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Salim bin Abdullah, dari Ibnu Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa menghibahkan (memberikan) sesuatu maka ia lebih berhak terhadapnya sebelum (akad) pemberian itu sempurna." Penisbatan hadits ini sebagai hadits marfu' tidaklah benar. Namun yang benar adalah dari Ibnu Umar, dari Umar secara mauquf.