سنن الدارقطني ٢٩٩١: ثنا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ نَصْرٍ الدَّقَّاقُ , وَالْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , قَالَا: نا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ الْعَبَّاسِ الْبَاهِلِيُّ , نا عَبْدُ الْأَعْلَى , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَاقَ , نا نَافِعٌ , أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ حَدَّثَهُ: أَنَّ رَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ كَانَ بِلِسَانِهِ لُوثَةٌ وَكَانَ لَا يَزَالُ يُغْبَنُ فِي الْبُيُوعِ , فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: " إِذَا بِعْتَ فَقُلْ: لَا خِلَابَةَ " مَرَّتَيْنِ
Sunan Daruquthni 2991: Abdul Malik bin Ahmad bin Nashr Ad-Daqqaq dan Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, mereka berkata: Muhammad bin Amr bin Al Abbas Al Bahili menceritakan kepada kami, Abdul A'la menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ishaq, Nafi' menceritakan kepada kami, bahwa Abdullah bin Umar menceritakan kepadanya, ada seseorang dari kalangan Anshar memiliki kegagapan dalam berbicara dan selalu saja tertipu dalam hal jual beli. Ia kemudian mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan kepada kami tentang hal itu. Maka Rasulullah SAW pun berkata, "Jika engkau membeli, maka katakanlah, 'Tidak ada penipuan'." Begitu beliau ungkapkan sebanyak dua kali.