سنن الدارقطني ٣١٢٩: نا أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الْمَحَامِلِيُّ , نا زَيْدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ الصَّائِغُ , نا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ , نا مُوسَى بْنُ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ اللَّخْمِيُّ , قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي , يَقُولُ: إِنَّ أَعْمَى كَانَ يَنْشُدُ فِي الْمَوْسِمِ فِي خِلَافَةِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَهُوَ يَقُولُ: [البحر الرجز] أَيُّهَا النَّاسُ لَقِيتُ مُنْكَرَا ... هَلْ يَعْقِلُ الْأَعْمَى الصَّحِيحَ الْمُبْصِرَا خَرَّا مَعًا كِلَاهُمَا تَكَسَّرَا وَذَلِكَ أَنَّ الْأَعْمَى كَانَ يَقُودُهُ بَصِيرٌ فَوَقَعَا فِي بِئْرٍ فَوَقَعَ الْأَعْمَى عَلَى الْبَصِيرِ فَمَاتَ الْبَصِيرُ , فَقَضَى عُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ «بِعَقْلِ الْبَصِيرِ عَلَى الْأَعْمَى»
Sunan Daruquthni 3129: Abu Ubaid Al Qasim bin Ismail Al Mahamili menceritakan kepada kami, Zaid bin Ismail Ash-Sha'igh menceritakan kepada kami, Zaid bin Hubbab menceritakan kepada kami, Musa bin Ali bin Rabah Al Lakhmi menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar ayahku berkata: Pernah ada seorang pria buta mencari-cari barangnya saat musim haji di masa pemerintahan Umar bin Khaththab RA, dia berkata, "Wahai para manusia, pantaskah seorang buta disuruh membayar denda (atas kematian) seorang normal yang sehat (tidak buta)? Mereka berdua sama-sama jatuh dan sama-sama patah." Kejadiannya adalah seorang pria dengan penglihatan sempurna menuntun seorang pria buta, tiba-tiba mereka berdua jatuh ke dalam sumur dan si buta menindih si pria berpenglihatan sempurna, hingga pria itu pun meninggal dunia. Umar kemudian memutuskan denda ditanggung oleh si buta untuk kematian pria yang berpenglihatan sempurna.