hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 3167

14. Hudud, Diyat dan Lainnya

سنن الدارقطني

3167
Sunan Daruquthni
Albani: Ibid. Hajjaj bin Arthah adalah perawi dha‘if. Ia juga tidak pernah mendengar dari Ibnu Juraij, ia hanya mendengar dari Al Arzami yang divonis matruk. Demikian kata Az-Zaila'i.
سنن الدارقطني ٣١٦٧: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَبِيبٍ , حَدَّثَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ مَالِكٍ , عَنِ الزَّنْجِيِّ بْنِ خَالِدٍ بِإِسْنَادِهِ مِثْلَهُ. خَالَفَهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَحَجَّاجٌ رَوَيَاهُ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ , عَنْ عَمْرٍو مُرْسَلًا
Sunan Daruquthni 3167: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Abdullah bin Syabib menceritakan kepada kami, Ismail bin Abdullah menceritakan kepadaku, Ibrahim bin Muhammad bin Malik menceritakan kepada kami dari Az-Zanji bin Khalid dengan sanad dan redaksi yang sama. Namun Abdurrazzaq dan Hajjaj meriwayatkan hal yang berbeda, mereka meriwayatkan dari Ibnu Juraij dari Amr bin Sallam.