سنن الدارقطني ٣٢٣٢: نا الْحَسَنُ بْنُ أَحْمَدَ بْنِ سَعِيدٍ الرَّهَاوِيُّ , أَخْبَرَنِي جَدِّي سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الرَّهَاوِيُّ , أَنَّ عَمَّارَ بْنَ مَطَرٍ حَدَّثَهُمْ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْأَسْلَمِيُّ , عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنِ ابْنِ الْبَيْلَمَانِيِّ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتَلَ مُسْلِمًا بِمُعَاهَدٍ , وَقَالَ: «أَنَا أَكْرَمُ مَنْ وَفَى بِذِمَّتِهِ» لَمْ يُسْنِدْهُ غَيْرُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ أَبِي يَحْيَى وَهُوَ مَتْرُوكُ الْحَدِيثِ، وَالصَّوَابُ عَنْ رَبِيعَةَ، عَنِ ابْنِ الْبَيْلَمَانِيِّ مُرْسَلٌ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَابْنُ الْبَيْلَمَانِيِّ ضَعِيفٌ لَا تَقُومُ بِهِ حُجَّةٌ إِذَا وَصَلَ الْحَدِيثَ فَكَيْفَ بِمَا يُرْسِلُهُ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Sunan Daruquthni 3232: Al Hasan bin Ahmad bin Sa'id Ar-Rahawi menceritakan kepada kami, kakekku Sa'id bin Muhammad Ar-Rahawi menceritakan kepadaku, bahwa Ammar bin Mathar menceritakan kepada mereka, Ibrahim bin Muhammad Al Aslami menceritakan kepada kami dari Rabi'ah bin Abu Abdurrahman, dari Ibnul Bailamani, dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW pernah menghukum mati seorang muslim yang membunuh orang yang masih memiliki ikatan perjanjian dan beliau bersabda, "Aku paling mulia untuk menepati perjanjian dengan orang yang menepati perjanjiannya. Hanya Ibrahim bin Abu Yahya yang meriwayatkan hadits ini secara musnad, sementara dia adalah perawi matruk (riwayatnya ditinggalkan). Yang benar adalah diriwayatkan dari Rabi'ah, dari Ibnu Al Bailamani secara mursal dari Nabi SAW. Sedangkan Ibnu Bailamani adalah perawi dha'if dan tidak bisa dijadikan sebagai hujjah apabila ia meriwayatkan hadits secara maushul. Jadi, apalagi kalau ia meriwayatkan hadits secara mursal.