سنن الدارقطني ٣٣٧٩: نا ابْنُ مُبَشِّرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ الْمِقْدَامِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ , نا ابْنُ جُرَيْجٍ , نا سَعْدُ بْنُ سَعِيدٍ أَخُو يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , أَنَّ عَمْرَةَ بِنْتَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَتْهُ , [ص:252] عَنْ عَائِشَةَ , أَنَّهَا سَمِعَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «إِنَّ كَسْرَ عَظْمِ الْمَيِّتِ مَيْتًا مِثْلَ كَسْرِهِ حَيًّا فِي الْإِثْمِ»
Sunan Daruquthni 3379: Ibnu Mubasysyir menceritakan kepada kami, Ahmad Al Miqdam menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakar menceritakan kepada kami, Ibnu Juraij menceritakan kepada kami, Sa'd bin Sa'id —saudara Yahya bin Sa'id— menceritakan kepada kami, bahwa Amrah binti Abdurrahman menceritakan kepadanya, dari Aisyah, bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Mematahkan tulang mayat pada saat ia telah mati sama berdosanya dengan mematahkan tulangnya saat ia masih hidup."