سنن الدارقطني ٣٤٤٧: نا سَعِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْحَنَّاطُ , نا أَبُو هِشَامٍ , نا سَعِيدٌ , عَنْ مَطَرٍ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «قَضَى فِي الْمَوَاضِحِ خَمْسٌ خَمْسٌ مِنَ الْإِبِلِ , وَفِي الْأَسْنَانِ خَمْسٌ خَمْسٌ مِنَ الْإِبِلِ , وَفِي الْأَصَابِعِ عَشْرٌ عَشْرٌ مِنَ الْإِبِلِ»
Sunan Daruquthni 3447: Sa'id bin Muhammad Al Hannath menceritakan kepada kami, Abu Hisyam menceritakan kepada kami, Sa'id bin Mathar menceritakan kepada kami dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi SAW menetapkan untuk mudhihah (luka yang menyebabkan tulang sampai terlihat) denda lima ekor unta, untuk setiap gigi lima ekor unta dan setiap jari sepuluh ekor unta.