سنن الدارقطني ٣٤٦٤: نا أَبُو حَامِدٍ الْحَضْرَمِيُّ إِمْلَاءً , نا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ الزِّيَادِيُّ , نا الْفُضَيْلُ بْنُ سُلَيْمَانَ , نا أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُنْكَدِرِ , عَنِ ابْنٍ لِخُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ , [ص:301] عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ أَصَابَ حَدًّا أُقِيمَ عَلَيْهِ ذَلِكَ الْحَدُّ فَهُوَ كَفَّارَةُ ذَنْبِهِ»
Sunan Daruquthni 3464: Abu Hamid Al Hadhrami menceritakan kepada kami dengan cara imla‘ Muhammad bin Ziyad Az-Ziyadi menceritakan kepada kami, Fudhail bin Sulaiman menceritakan kepada kami, Usamah bin Zaid menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Ibnu Khuzaimah bin Tsabit, dari ayahnya, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang melanggar satu had kemudian ia dieksekusi lantaran had tersebut, niscaya itu akan menjadi penghapus dosa baginya"