hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 3510

15. Nikah

سنن الدارقطني

3510
Sunan Daruquthni
Albani: Sanadnya sangat dha‘if. Ali bin Qarin adalah pendusta, sedangkan Salamah Al Abrasy adalah perawi jujur tapi sering salah dalam meriwayatkan {At-Taqrib, 1/319).
سنن الدارقطني ٣٥١٠: نا جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ نُصَيْرٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ يَحْيَى الْحُلْوَانِيُّ , نا عَلِيُّ بْنُ قَرِينٍ , نا سَلَمَةُ الْأَبْرَشُ , نا ابْنُ إِسْحَاقَ , عَنْ عُمَرَ بْنِ حُسَيْنٍ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا تُنْكَحُ الْيَتِيمَةُ إِلَّا بِإِذْنِهَا». عُمَرُ بْنُ حُسَيْنٍ مَوْلَى آلِ حَاطِبٍ
Sunan Daruquthni 3510: Ja'far bin Muhammad bin Nushair menceritakan kepada kami, Ahmad bin Yahya Al Hulwani menceritakan kepada kami, Ali bin Qarin menceritakan kepada kami, Salamah Al Abrasy menceritakan kepada kami, Ibnu Ishaq menceritakan kepada kami, Umar bin Husain menceritakan kepada kami dari Nafi', dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW bersabda, "Jangan menikahkan gadis yatim kecuali dengan izinnya." Umar bin Al Husain adalah maula keluarga Hathib.