سنن الدارقطني ٣٥١٥: نا أَبُو عُمَرَ الْقَاضِي مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ الْحَجَّاجِ الضَّبِّيُّ , نا وَكِيعٌ , عَنْ كَهْمَسِ بْنِ الْحَسَنِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: جَاءَتْ فَتَاةٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي - وَنِعْمَ الْأَبُ هُوَ - زَوَّجَنِي ابْنَ أَخِيهِ لِيَرْفَعَ مِنْ خَسِيسَتِهِ , قَالَ: «فَجَعَلَ الْأَمْرَ إِلَيْهَا». فَقَالَتْ: " إِنِّي قَدْ أَجَزْتُ مَا صَنَعَ أَبِي وَلَكِنْ أَرَدْتُ أَنْ تَعْلَمَ النِّسَاءَ أَنْ لَيْسَ إِلَى الْأَبَاءِ مِنَ الْأَمْرِ شَيْءٌ
Sunan Daruquthni 3515: Abu Umar Al Qadhi Muhammad bin Yusuf menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Hajjaj Adh-Dhabbi menceritakan kepada kami, Waki' menceritakan kepada kami dari Kahmas bin Al Hasan, dari Abdullah bin Buraidah, dari Aisyah, dia berkata, "Ada seorang wanita datang kepada Nabi SAW melaporkan, 'Ya Rasulullah, Ayahku adalah sebaik-baik ayah, tapi ia menikahkanku dengan putra saudaranya untuk menaikkan pamornya.' Lalu Rasulullah SAW mempersilakannya memilih. Tapi ia malah berkata, 'Sebenarnya aku telah menyetujui apa yang dilakukan ayahku. Aku hanya ingin semua wanita tahu bahwa para ayah tidak punya kuasa sedikit pun'."