سنن الدارقطني ٣٥٣٩: حَدَّثَنَا بِهِ أَبُو الْحَسَنِ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَكَرِيَّا النَّيْسَابُورِيُّ بِمِصْرَ , نا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ النَّسَائِيُّ بِمِصْرَ , أنا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ , نا أَبُو دَاوُدَ , نا شُعْبَةُ , عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ , قَالَ: سَمِعْتُهُ مِنْهُ بَعْدَ مَوْتِ نَافِعٍ بِسَنَةٍ وَلَهُ يَوْمَئِذٍ حَلْقَةٌ , قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْفَضْلِ , عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْأَيِّمُ أَحَقُّ بِنَفْسِهَا مِنْ وَلِيِّهَا , وَالْيَتِيمَةُ تُسْتَأْمَرُ وَإِذْنُهَا صُمَاتُهَا»
Sunan Daruquthni 3539: Abu Al Hasan bin Muhammad bin Abdullah bin Zakaria An-Naisaburi menceritakan kepada kami di Mesir, Abu Abdurrahman An-Nasa'i di Mesir menceritakan kepada kami, Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami dari Malik bin Anas, dia berkata: Aku mendengar darinya (Malik) satu tahun setelah meninggalnya Nafi', waktu itu ia berada di dalam satu halaqah pengajian, ia berkata: Abdullah bin Al Fadhl, dari Nafi' bin Jubair, dari Ibnu Abbas bahwa Nabi SAW bersabda, "Janda lebih berhak atas dirinya dibanding walinya, dan anak gadis yatim harus dimintai persetujuannya. Izinnya adalah diamnya."