hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 3767

15. Nikah

سنن الدارقطني

/229 Chapter:

Mahar

بَابُ الْمَهْرِ

3767
Sunan Daruquthni
سنن الدارقطني ٣٧٦٧: نا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا يُوسُفُ بْنُ مُوسَى , حَدَّثَنِي أَبُو عَاصِمٍ , عَنْ أَبِي الْعَوَّامِ , عَنِ الْمُثَنَّى بْنِ الصَّبَّاحِ , عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ , عَنْ أَبِيهِ , [ص:469] عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ امْرَأَةً خَاصَمَتْ زَوْجَهَا فِي وَلَدِهَا , فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَرْأَةُ أَحَقُّ بِوَلَدِهَا مَا لَمْ تَزَوَّجْ»
Sunan Daruquthni 3767: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Yusuf bin Musa menceritakan kepada kami, Abu Ashim menceritakan kepadaku, dari Abu Al Awwam, dari Al Mutsanna bin Ash-Shabbah, dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa pernah ada wanita yang memperebutkan hak asuh anak dari suaminya. Nabi SAW kemudian bersabda, "Wanita lebih berhak mengasuh anaknya selama ia belum menikah lagi."