hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 3831

15. Nikah

سنن الدارقطني

/229 Chapter:

Mahar

بَابُ الْمَهْرِ

3831
Sunan Daruquthni
Albani: Sanadnya dha‘if. HR. Al Baihaqi (7/443) dari jalur periwayatan penulis. Di dalam sanadnya juga terdapat banyak perawi yang tidak dikenal.
سنن الدارقطني ٣٨٣١: نا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحٍ الْجُنْدِيسَابُورِيُّ , نا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ , نا ابْنُ نُمَيْرٍ , نا الْأَعْمَشُ , عَنْ أَبِي سُفْيَانَ , قَالَ: حَدَّثَنِي أَشْيَاخٌ مِنَّا , قَالُوا: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ فَقَالَ: يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنِّي غِبْتُ عَنِ امْرَأَتِي سَنَتَيْنِ فَجِئْتُ وَهِيَ حُبْلَى , فَشَاوَرَ عُمَرُ النَّاسَ فِي رَجْمِهَا , قَالَ: فَقَالَ مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ: «يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنْ كَانَ لَكَ عَلَيْهَا سَبِيلٌ فَلَيْسَ لَكَ عَلَى مَا فِي بَطْنِهَا سَبِيلٌ فَاتْرُكْهَا حَتَّى تَضَعَ» , فَتَرَكَهَا فَوَلَدَتْ غُلَامًا قَدْ خَرَجَتْ ثَنَيَاهُ فَعَرَفَ الرَّجُلُ الشَّبَهَ فِيهِ , فَقَالَ: ابْنِي وَرَبِّ الْكَعْبَةِ , فَقَالَ عُمَرُ: عَجَزَتِ النِّسَاءُ أَنْ يَلِدْنَ مِثْلَ مُعَاذٍ لَوْلَا مُعَاذٌ هَلَكَ عُمَرُ
Sunan Daruquthni 3831: Muhammad bin Nuh Al Jundaisaburi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Yahya bin Sa'd menceritakan kepada kami, Ibnu Numair menceritakan kepada kami, Al A'masy menceritakan kepada kami dari Abu Sufyan, dia berkata: Para guru kami menceritakan kepadaku, bahwa ada seorang pria mendatangi Umar bin Khaththab melapor, "Ya Amirul Mukminin, aku tidak bersama istriku selama dua tahun. Kemudian ketika aku datang, aku mendapatinya sedang hamil." Umar kemudian bermusyawarah dengan orang-orang. Mu'adz berkata, "Ya Amirul Mukminin, kalau Anda bisa menghukum istrinya, tapi tak bisa menghukum anak yang dikandungnya. Coba tunggu dulu sampai ia melahirkan." Umar lalu menunggu. Tak lama kemudian ia melahirkan seorang anak laki-laki yang telah tumbuh gigi, dan pria (suami) yang melapor tadi mengetahui ada kemiripan dengannya, ia langsung berkata, "Ini adalah anakku demi Tuhan Ka'bah." Umar lantas berkata, "Sungguh wanita tak lagi mampu melahirkan orang seperti Mu'adz, kalau bukan karena dia Umar sudah celaka."