سنن الدارقطني ٣٨٨٠: نا أَبُو بَكْرٍ , نا أَبُو حُمَيْدٍ الْمِصِّيصِيُّ , نا حَجَّاجٌ , نا شُعْبَةُ , أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ مُرَّةَ , قَالَ: سَمِعْتُ مَاهَانَ يَسْأَلُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ ثَلَاثًا , فَقَالَ سَعِيدٌ: سُئِلَ ابْنُ عَبَّاسٍ عَنْ رَجُلٍ طَلَّقَ امْرَأَتَهُ مِائَةً , فَقَالَ: «ثَلَاثٌ تُحَرِّمُ عَلَيْكَ امْرَأَتَكَ وَسَائِرُهُنَّ وِزْرٌ , اتَّخَذْتَ آيَاتِ اللَّهِ هُزُوًا»
Sunan Daruquthni 3880: Abu Bakar menceritakan kepada kami, Abu Humaid Al Mishshishi menceritakan kepada kami, Hajjaj menceritakan kepada kami, Syu'bah menceritakan kepada kami, Amr bin Murrah mengabarkan kepadaku, dia berkata: Aku mendengar Mahan menanyakan kepada Sa'id bin Jubair tentang seorang laki-laki yang menalak istrinya dengan tiga talak. Sa'id pun berkata, Ibnu Abbas pernah ditanya tentang seorang lakilaki yang menalak istrinya dengan seratus talak, maka ia berkata, "Tiga (talak) telah mengharamkan istrimu bagimu, sedangkan keseluruhannya adalah dosa. Engkau telah menjadikan ayat-ayat Allah sebagai olok-olokkan."