hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 396

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/41 Chapter:

Wajibnya Mandi Karena Bertemunya Dua Kemaluan Walaupun Tidak Ejakulasi (Mengeluarkan Sperma)

بَابٌ فِي وُجُوبِ الْغُسْلِ بِالْتِقَاءِ الْخِتَانَيْنِ وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ

396
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya shahih: HR. Al Bukhari dan Muslim dalam kitab Haid (hadits no. 35) dari jalur Ibnu Numair dan yang lainnya dari Hisyam.
سنن الدارقطني ٣٩٦: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ كَرَامَةَ , نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ , نا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَائِشَةَ , قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ , ثُمَّ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ , ثُمَّ يُدْخِلُ يَدَهُ فِي الْإِنَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعْرِهِ , حَتَّى إِذَا خُيِّلَ إِلَيْهِ أَنَّهُ قَدِ اسْتَبْرَأَ الْبَشَرَةَ غَرَفَ بِيَدَيْهِ مِلْءَ كَفَّيْهِ ثَلَاثًا فَصَبَّهَا عَلَى رَأْسِهِ , ثُمَّ اغْتَسَلَ فَأَفَاضَ الْمَاءَ عَلَى جَسَدِهِ»
Sunan Daruquthni 396: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Muhammad bin Utsman bin Karamah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Numair mengabarkan kepada kami, dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dari Aisyah, ia mengatakan, "Adalah Rasulullah SAW, apabila mandi karena junub, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya lalu berwudhu seperti wudhunya untuk shalat, kemudian mamasukkan tangannya ke dalam bejana, lalu menyela-nyela pangkal rambutnya, hingga ketika merasa telah membasahi kulit (kepalanya), beliau menciduk air sepenuh kedua telapak tangannya tiga kali, lalu menyiramkannya ke kepalanya, lalu mandi dan menyiramkan air pada seluruh tubuhnya.