سنن الدارقطني ٤٠١٥: نا عَبْدُ اللَّهِ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ , نا بَحْرُ بْنُ نَصْرٍ , نا ابْنُ وَهْبٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ زِيَادِ بْنِ أَنْعَمَ الْإِفْرِيقِيُّ , عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رَافِعٍ التَّنُوخِيِّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " الْعِلْمُ ثَلَاثَةٌ وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ: آيَةٌ مُحْكَمَةٌ , أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ , أَوْ فَرِيضَةٌ عَادِلَةٌ "
Sunan Daruquthni 4015: Abdullah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ziyad, Bahr bin Nashr menceritakan kepada kami, Ibnu Wahab menceritakan kepada kami, Abdurrahman menceritakan kepada kami, Ibnu Ziyad bin An'um Al Ifriqi menceritakan kepada kami dari Abdurrahman bin Rafi' At-Tanukhi, dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ilmu itu 'ada tiga, sedangkan yang lain adalah tambahan, yaitu: ayat muhkamah, atau sunnah yang berlaku, atau faridhah (pembagian warisan) yang adil.”