hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 4205

19. Budak Mukatab

سنن الدارقطني

4205
Sunan Daruquthni
Albani: Ibid. Isnadnya dha‘if karena di dalam sanadnya terdapat Fulaih bin Sulaiman, yang dinilai jujur namun sering keliru. (At-Taqrib, 2/115)
سنن الدارقطني ٤٢٠٥: نا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ , نا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارٍ , نا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ , عَنْ عُمَرَ , «أَنَّهُ نَهَى عَنْ بَيْعِ أُمَّهَاتِ الْأَوْلَادِ لَا يُوهَبْنَ وَلَا يُورَثْنَ , يَسْتَمْتِعُ بِهَا سَيِّدُهَا حَيَاتَهُ فَإِذَا مَاتَ فَهِيَ حُرَّةٌ»
Sunan Daruquthni 4205: Abdullah bin Muhammad bin Abdul Aziz menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakkar menceritakan kepada kami, Fulaih bin Sulaiman menceritakan kepada kami dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar, dari Umar, bahwa dia melarang menjual para ummul walad, (dan bahwa) mereka juga tidak boleh dihibahkan dan tidak diwariskan. Majikannya boleh menikmatinya selama hidupnya. Bila (majikannya) meninggal, maka ummul walad itu merdeka.