hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 4220

19. Budak Mukatab

سنن الدارقطني

4220
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya dha'if. HR. Al Baihaqi (10/214) dari jalur penulis dengan isnad tersebut. Di dalamnya terdapat Ubaidah bin Hassan, menurut Abu Hatim, bahwa haditsnya mungkar. Lihat Al Mizan (3/423). Amr bin Abdul Jabbar meriwayatkan banyak hadits mungkar dari pamannya. Lihat Al Mizan (4/191).
سنن الدارقطني ٤٢٢٠: نا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْعَلَاءِ الْكَاتِبُ , وَأَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ , وَجَمَاعَةٌ قَالُوا: نا عَلِيُّ بْنُ حَرْبٍ , نا عَمْرُو بْنُ عَبْدِ الْجَبَّارِ أَبُو مُعَاوِيَةَ الْجَزَرِيُّ , عَنْ عَمِّهِ عُبَيْدَةَ بْنِ حَسَّانَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ نَافِعٍ , عَنِ ابْنِ عُمَرَ , أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُدَبَّرُ لَا يُبَاعُ وَلَا يُوهَبُ وَهُوَ حُرٌّ مِنَ الثُّلُثِ». لَمْ يُسْنِدْهُ غَيْرُ عُبَيْدَةَ بْنِ حَسَّانَ وَهُوَ ضَعِيفٌ , وَإِنَّمَا هُوَ عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَوْقُوفٌ مِنْ قَوْلِهِ
Sunan Daruquthni 4220: Abu Ja'far Muhammad bin Abdullah bin Al Ala' Al Katib, Ahmad bin Muhammad bin Abu Bakar dan jama'ah menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ali bin Harb menceritakan kepada kami, Amr bin Abdul Jabbar Abu Mu'awiyah Al Jazari menceritakan kepada kami dari pamannya, Abidah bin Hassan, dari Ayyub, dari Nafi', dari Ibnu Umar, bahwa Nabi SAW bersabda, "Budak mudabbar tidak boleh dijual dan dihibahkan, dia itu merdeka dan termasuk harta wasiat yang sepertiga." Tidak ada yang menisbatkannya (kepada Nabi SAW) selain Abidah bin Hassan, dia adalah perawi dha‘if Sebenarnya riwayat ini berasal dari Ibnu Umar secara mauquf, yakni bahwa riwayat ini berasal dari perkataannya.