hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 4228

20. Permasalahan yang jarang disinggung

سنن الدارقطني

4228
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya hasan. HR. Abdurrazzaq dan Ibnu Abu Syaibah di dalam Mushannaf mereka.
سنن الدارقطني ٤٢٢٨: نا يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَاقَ بْنِ بُهْلُولٍ , نا جَدِّي , نا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ , عَنْ سُفْيَانَ , عَنِ الْأَعْمَشِ , عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ , عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ السُّلَمِيِّ , أَنَّ حُذَيْفَةَ «بَدَا لَهُ الصَّوْمُ بَعْدَمَا زَالَتِ الشَّمْسُ فَصَامَ»
Sunan Daruquthni 4228: Yusuf bin Ya'qub bin Ishaq bin Buhlul menceritakan kepada kami, kakekku menceritakan kepada kami, Yahya bin Sa'id Al Qaththan menceritakan kepada kami dari Sufyan, dari Al A'masy, dari Sa'd bin Ubaidah, dari Abu Abdurrahman As-Sulami, bahwa Hudzaifah pernah berniat untuk puasa setelah matahari tergelincir, lalu dia pun berpuasa.