hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 4244

21. Wasiat

سنن الدارقطني

4244
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya sangat dha'if. HR. Ibnu Majah (2705) dari Baqiyyah dengan isnad tersebut. Baqiyyah adalah perawi yang dha‘if lagi mudallis. Biografinya telah dikemukakan lebih dari sekali. Gurunya adalah Khulaid bin Abu Khulaid, tidak dikenal. (At-Taqrib, 1/227). Abu Hulais juga tidak dikenal. (At-Taqrib, 2/413)
سنن الدارقطني ٤٢٤٤: نا الْحُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , نا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الْحَارِثِ , نا بَقِيَّةُ , عَنْ خُلَيْدِ بْنِ أَبِي خُلَيْدٍ , عَنْ أَبِي حَلْبَسٍ , عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ , [ص:263] عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَضَرَتْهُ الْوَفَاةُ فَأَوْصَى وَكَانَتْ وَصِيَّةً عَلَى كِتَابِ اللَّهِ كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا تَرَكَ مِنْ زَكَاتِهِ»
Sunan Daruquthni 4244: Al Husain bin Muhammad bin Sa'id menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Al Harits menceritakan kepada kami, Baqiyyah menceritakan kepada kami dari Khulaid bin Abu Khulaid, dari Abu Halbas, dari Mu'awiyah bin Qurrah, dari ayahnya, dia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Barangsiapa menjelang wafat berwasiat, dan wasiatnya sesuai dengan Kitabullah, maka itu menjadi tebusan bagi zakat yang dilewatkannya'.'