hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 442

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/46 Chapter:

Riwayat-Riwayat Tentang Sucinya Mani dan Hukumnya dalam Kondisi Basah dan Kering

بَابُ مَا وَرَدَ فِي طَهَارَةِ الْمَنِيِّ وَحُكْمِهِ رَطْبًا وَيَابِسًا

442
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya shahih mauquf: Waki' bin Al Azraq menyelisihi mauqufhya, dan itu yang benar sebagaimana yang diisyaratkan oleh Al Baihaqi, ia mengatakan, "Dikeluarkan juga oleh Waki' dari Ibnu Abi Laila secara mauquf pada Ibnu Abbas, dan itu yang benar." Tampaknya kesalahan dari Syarik atau Ibnu Abi Laila yang memarfukannya. Wallahu a‘lam.
سنن الدارقطني ٤٤٢: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَخْلَدٍ , نا الْحَسَّانِيُّ , نا وَكِيعٌ , نا ابْنُ أَبِي لَيْلَى , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , فِي الْمَنِيِّ يُصِيبُ الثَّوْبَ قَالَ: «إِنَّمَا هُوَ بِمَنْزِلَةِ النُّخَامَةِ وَالْبُزَاقِ أَمِطْهُ عَنْكَ بِإِذْخِرَةٍ»
Sunan Daruquthni 442: Muhammad bin Makhlad menceritakan kepada kami, Al Hassani mengabarkan kepada kami, Waki' mengabarkan kepada kami, Ibnu Abi Laila mengabarkan kepada kami, dari Atha‘ dari Ibnu Abbas, tentang mani yang mengenai pakaian, ia mengatakan, "Sesungguhnya itu sama dengan ingus dan air ludah. Hilangkanlah darimu dengan idzkhir."