hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 457

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/49 Chapter:

Najisnya Air Kencing, Perintah untuk Bersuci darinya, dan Hukum Air Kencing Hewan yang Boleh Dimakan Dagingnya

بَابُ نَجَاسَةِ الْبَوْلِ وَالْأَمْرِ بِالتَّنَزُّهِ مِنْهُ وَالْحُكْمِ فِي بَوْلِ مَا يُؤْكَلُ لَحْمُهُ

457
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah: Di dalam sanadnya terdapat Abdullah bin Lahi'ah, ia lemah. Pembahasan tentang hal ini telah dikemukakan lebih dari sekali.
سنن الدارقطني ٤٥٧: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي دَاوُدَ , مِنْ حِفْظِهِ نا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ , نا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ , نا ابْنُ لَهِيعَةَ , عَنْ عَقِيلِ بْنِ خَالِدٍ , عَنِ الزُّهْرِيِّ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي قَتَادَةَ , عَنْ أَبِيهِ , قَالَ: «مَا أُكِلَ لَحْمُهُ فَلَا بَأْسَ بِسَلْحِهِ»
Sunan Daruquthni 457: Abu Bakar bin Abu Daud menceritakan kepada kami dari hafalannya, Mahmud bin Khalid mengabarkan kepada kami, Marwan bin Muhammad mengabarkan kepada kami, Ibnu Lahi'ah mengabarkan kepada kami, dari Uqail bin Khalid, dari Az-Zuhri, dari Abdullah bin Abu Qatadah, dari ayahnya, ia mengatakan, "Hewan yang boleh dimakan dagingnya, maka kotorannya tidak apa-apa (tidak najis)."