hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 467

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/51 Chapter:

Riwayat-Riwayat yang Menyatakan bahwa Tidur Sambil Duduk Tidak Membatalkan Wudlu

بَابُ مَا رُوِيَ فِي النَّوْمِ قَاعِدًا لَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ

467
Sunan Daruquthni
Albani: isnadnya shahih mauquf: Lihat takhrij hadits berikut.
سنن الدارقطني ٤٦٧: قُرِئَ عَلَى أَبِي الْقَاسِمِ بْنِ مَنِيعٍ وَأَنَا أَسْمَعُ: حَدَّثَكُمْ طَالُوتُ بْنُ عَبَّادٍ , نا أَبُو هِلَالٍ , نا قَتَادَةُ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: «كُنَّا نَأْتِي مَسْجِدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَنَنَامُ فَلَا نُحْدِثُ لِذَلِكَ وُضُوءًا». صَحِيحٌ
Sunan Daruquthni 467: Dibacakan kepada Abu Al Qasim bin Mani' dan aku mendengarkan: Thalut bin Abbad menceritakan kepada kalian, Abu Hilal mengabarkan kepada kami, Qatadah mengabarkan kepada kami, dari Anas, ia mengatakan, "Kami mendatangi masjid Rasulullah SAW, lalu kami tidur, dan kami tidak memperbaharui wudhu"." Shahih.