hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 471

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/52 Chapter:

Menyucikan Tanah dari Air Kencing

بَابٌ فِي طَهَارَةِ الْأَرْضِ مِنَ الْبَوْلِ

471
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/78) dengan isnad pengarang; Dikeluarkan juga oleh Ibnu Al Jauzi di dalam Al 'Ilal (1/333) dari jalur Ibnu Uyainah dari Yahya bin Sa'id dari Anas secara marfu' seperti itu lalu ia menilainya lemah. Di dalam sanadnya terdapat Sam'an bin Malik, ia tidak dikenal; Ibnu Abi Hatim menyebutkan di dalam Al 'Ilal, bahwa ia mendengar Abu Zur'ah mengatakan tentang hadits ini, "Ini munkar, tidak kuat. Ibnu Al Jauzi menilainya lemah di dalam At-Tahqiq karena keberadaan Sam'an dan Abu Hisyam Ar-Rifa'i, namun yang terakhir keliru."
سنن الدارقطني ٤٧١: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ بْنُ عِيسَى بْنِ أَبِي حَيَّةَ , نا أَبُو هِشَامٍ الرِّفَاعِيُّ مُحَمَّدُ بْنُ يَزِيدَ , نا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ , حَدَّثَنَا سَمْعَانُ بْنُ مَالِكٍ , عَنْ أَبِي وَائِلٍ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ فَبَالَ فِي الْمَسْجِدِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَكَانِهِ فَاحْتُفِرَ فَصُبَّ عَلَيْهِ دَلْوٌ مِنْ مَاءٍ. فَقَالَ الْأَعْرَابِيُّ: يَا رَسُولَ اللَّهِ الْمَرْءُ يُحِبُّ الْقَوْمَ وَلَمَّا يَعْمَلْ عَمَلَهُمْ , فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ». سَمْعَانُ مَجْهُولٌ
Sunan Daruquthni 471: Abdul Wahhab bin Isa bin Abu Hayyah menceritakan kepada kami, Abu Hisyam ArRifa'i Muhammad bin Yazid mengabarkan kepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy mengabarkan kepada kami, Sam'an bin Malik mengabarkan kepada kami, dari Abu Wail, dari Abdullah, ia menuturkan, "Seorang badui datang lalu kencing di masjid, maka Rasulullah SAW memerintahkan untuk menuangkan setimba air pada bekas kencingnya. Lalu orang badui itu berkata, 'Wahai Rasulllah! Ada orang yang mencintai suatu kaum namun tidak melakukan perbuatan seperti mereka.' Rasulullah SAW bersabda, 'Seseorang itu akan bersama orang yang dicintainya." Sam'an majhul (tidak diketahui kredibilitasnya).