hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 481

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/53 Chapter:

Hal-Hal yang Membatalkan Wudhu dan Penjelasan Keterangan Tentang Menyentuh dan Mencium

بَابُ صِفَةِ مَا يُنْقِضُ الْوُضُوءَ وَمَا رُوِيَ فِي الْمُلَامَسَةِ وَالْقُبْلَةِ

481
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya shahih: HR. Malik (65); Dikeluarkan juga dari Abdullah bin Mas'ud.
سنن الدارقطني ٤٨١: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا أَحْمَدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا مَالِكٌ , عَنِ ابْنِ شِهَابٍ , أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ: «مِنْ قُبْلَةِ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ الْوُضُوءُ»
Sunan Daruquthni 481: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ahmad bin Isma'il mengabarkan kepada kami, Malik menceritakan kepada kami, dari Ibnu Syihab, bahwa ia mengatakan, "Laki-laki yang mencium istrinya harus berwudhu."