hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 67

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/5 Chapter:

Air Laut

بَابٌ فِي مَاءِ الْبَحْرِ

67
Sunan Daruquthni
Albani: * Isnadnya hasan. HR. Ahmad (3/373); Ibnu Majah (388); Ibnu Hibban (Mawarid, 120); Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/31). Abu Ali bin As-Sakan mengatakan, "Hadits Jabir adalah yang paling shahih di antara riwayat-riwayat yang ada pada bab ini." Talkhish Al Habir (1/23). Saya katakan: Di dalam sanadnya terdapat Abu Al Qasim bin Abu Az-Zinad, ia tidak bermasalah.
سنن الدارقطني ٦٧: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الْآدَمَيُّ , نا الْفَضْلُ بْنُ سَهْلٍ الْأَعْرَجُ , وَالْفَضْلُ بْنُ زِيَادٍ الْقَطَّانُ , قَالَا: نا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ , نا أَبُو الْقَاسِمِ بْنُ أَبِي الزِّنَادِ , حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ حَازِمٍ , عَنِ ابْنِ مِقْسَمٍ وَهُوَ عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مِقْسَمٍ , عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ , رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا , قَالَ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنِ الْبَحْرِ , فَقَالَ: «هُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحَلَالُ مَيْتَتُهُ» . لَفْظُ الْفَضْلِ بْنِ زِيَادٍ , وَخَالَفَهُ عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عِمْرَانَ وَهُوَ ابْنُ أَبِي ثَابِتٍ وَلَيْسَ بِالْقَوِيِّ , فَأَسْنَدَ عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ , وَجَعَلَهُ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ , عَنْ جَابِرٍ
Sunan Daruquthni 67: Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Isma'il Al Adami menceritakan kepada kami, Al Fadhl bin Sahl Al A'raj dan Al Fadhl bin Ziyad mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Ahmad bin Hanbal mengabarkan kepada kami, Abu Al Qasim bin Abu AzZinad mengabarkan kepada kami, Ishaq bin Hazim mengabarkan kepadaku, dari Ibnu Miqsam, yakni Ubaidullah bin Miqsam, dari Jabir bin Abdullah RA, ia mengatakan,



Rasulullah SAW ditanya tentang laut, beliau pun menjawab: "Ia (laut itu) airnya suci lagi mensucikan dan bangkainya halal (dimakan)."*



Ini adalah lafazh Al Fadhl bin Ziyad, berbeda dengan lafazh Abdul Aziz bin Imran, yakni Ibnu Abu Tsabit, namun ia dianggap tidak kuat (dalam periwayatan), maka disandarkan kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan dimasukkan dalam jalur periwayatan Wahb bin Kaisan dari Jabir.