hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 704

1. Thaharah (Bersuci)

سنن الدارقطني

/61 Chapter:

Makruhnya Orang yang Bertayammum Mengimami Orang yang Berwudlu

بَابٌ فِي كَرَاهِيَةِ إِمَامَةِ الْمُتَيَمِّمِ الْمُتَوَضِّئِينَ

704
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah: HR. Al Baihaqi (1/234) dari jalur Hafsh bin Ghiyyats dari Hajjaj. Saya katakan: Hajjaj bin Arthah lemah, sedangkan Al Harits adalah Al A'war, ia juga lemah.
سنن الدارقطني ٧٠٤: حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , ثنا زِيَادُ بْنُ أَيُّوبَ , ثنا هُشَيْمٌ , نا حَجَّاجٌ , عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ , عَنِ الْحَارِثِ , عَنْ عَلِيٍّ , قَالَ: «لَا يَؤُمُّ الْمُقَيَّدُ الْمُطَلَّقِينَ وَلَا الْمُتَيَمِّمُ الْمُتَوَضِّئِينَ».
Sunan Daruquthni 704: Al Husain bin Isma'il menceritakan kepada kami, Ziyad bin Ayyub menceritakan kepada kami, Husyaim menceritakan kepada kami, Hajjaj mengabarkan kepada kami, dari Abu Ishaq, dari Al Harits, dari Ali, ia mengatakan, "Hendaknya yang terikat tidak mengimami orang-orang yang mutlak, dan tidak pula yang bertayammum (mengimami) orang-orang yang berwudhu."