hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 910

3. Shalat

سنن الدارقطني

/80 Chapter:

Iqamah dan Perbedaan Riwayat-Riwayat Tentangnya

بَابُ ذِكْرِ الْإِقَامَةِ وَاخْتِلَافِ الرِّوَايَاتِ فِيهَا

910
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya shahih: Al Bukhari (605); Muslim dalam kitab Shalat (2/5) dari beberapa jalur, dari Abu Qilabah.
سنن الدارقطني ٩١٠: حَدَّثَنَا أَبُو عُمَرَ الْقَاضِي , ثنا أَحْمَدُ بْنُ مَنْصُورٍ , ثنا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ , ثنا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ , عَنْ سِمَاكِ بْنِ عَطِيَّةَ , عَنْ أَيُّوبَ , عَنْ أَبِي قِلَابَةَ , عَنْ أَنَسٍ , قَالَ: أُمِرَ بِلَالٌ «أَنْ يَشْفَعَ الْأَذَانَ , وَيُوتِرَ الْإِقَامَةَ إِلَّا الْإِقَامَةَ»
Sunan Daruquthni 910: Abu Umar Al Qadhi menceritakan kepada kami, Ahmad bin Manshur menceritakan kepada kami, Sulaiman bin harb menceritakan kepada kami, Hammad bin Zaid menceritakan kepada kami, dari Simak bin Athiyyah, dari Ayyub, dari Abu Qilabah, dari Anas, ia mengatakan, "Umar diperintahkan agar menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah, kecuali iqamah (yakni ucapan: Qad qaamatish shalaah)."