hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 950

3. Shalat

سنن الدارقطني

/80 Chapter:

Iqamah dan Perbedaan Riwayat-Riwayat Tentangnya

بَابُ ذِكْرِ الْإِقَامَةِ وَاخْتِلَافِ الرِّوَايَاتِ فِيهَا

950
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah: HR. Ibnu Al Jauzi di dalam At-Tahqiq (1/308) dan di dalam Al ‗Ilal (1/394) dari jalur pengarang. Saya katakan: Muhammad bin Al Qasim Al Asadi dianggap pendusta, At-Taqrib (2/201), sedangkan Ar-Rabi' jujur namun hafalannya buruk, At-Taqrib (1/246).
سنن الدارقطني ٩٥٠: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ حَكِيمِ الْأَوْدِيُّ , ثنا مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ الْأَسَدِيُّ , ثنا الرَّبِيعُ بْنُ صُبَيْحٍ , عَنِ الْحَسَنِ , عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ , قَالَ: " أَذَّنَ بِلَالٌ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعِيدَ , فَرَقَى بِلَالٌ وَهُوَ يَقُولُ: لَيْتَ بِلَالًا ثَكِلَتْهُ أُمُّهُ , وَابْتَلَّ مِنْ نَضْحِ دَمِ جَبِينِهِ يُرَدِّدُهَا حَتَّى صَعِدَ , ثُمَّ قَالَ: أَلَا إِنَّ الْعَبْدَ نَامَ مَرَّتَيْنِ , ثُمَّ أَذَّنَ حِينَ أَضَاءَ الْفَجْرُ ". مُحَمَّدُ بْنُ الْقَاسِمِ الْأَسَدِيُّ ضَعِيفٌ جِدًّا
Sunan Daruquthni 950: Yahya bin Muhammad bin Sha'id menceritakan kepada kami, Ahmad bin Utsman bin Hakim Al Audi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Al Qasim Al Asadi menceritakan kepada kami, Ar-Rabi' bin Shubaih menceritakan kepada kami, dari Al Hasan, dari Anas bin Malik, ia mengatakan, "Bilal adzan, lalu Nabi SAW menyuruhnya untuk mengulangi, lalu Bilal pun naik (ke bukit) sambil mengatakan, 'Andai Bilal baru dikeluarkan ibunya dan dibasahi dengan darah ketubannya.' Ia mengulang-ulanginya hingga naik (ke bukit), lalu ia menyerukan, 'Ketahuilah, bahwa orang-orang masih boleh tidur.' Kemudian ia adzan ketika fajar telah terbit." Muhammad bin Al Qasim Al Asadi sangat lemah.