hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 953

3. Shalat

سنن الدارقطني

/81 Chapter:

Larangan Mengerjakan Shalat Setelah Shalat Subuh dan Setelah Shalat Ashar

بَابُ النَّهْيِ عَنِ الصَّلَاةِ بَعْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَبَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ

953
Sunan Daruquthni
Albani: Isnadnya lemah: Saya katakan: Athiyyah bin Sa'd jujur namun sering salah, ia juga seorang penganut syi'ah dan mudallis, At-Taqrib (2/25), ia juga meriwayatkan secara mu‘an‘an. Gurunya adalah Khalf bin Tamim, ia jujur dan ahli ibadah, At-Taqrib (1/226).
سنن الدارقطني ٩٥٣: حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ , ثنا أَحْمَدُ بْنُ الْخَلِيلِ , ثنا خَلَفُ بْنُ تَمِيمٍ , ثنا أَبُو بَكْرٍ النَّهْشَلِيُّ , عَنْ عَطِيَّةَ بْنِ سَعْدٍ , عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «يَوْمَانِ [ص:461] مِنَ الدَّهْرِ لَا تَصُومُوهُمَا , وَسَاعَتَانِ مِنَ النَّهَارِ لَا تُصَلُّوهُمَا , فَإِنَّ النَّصَارَى وَالْيَهُودَ يَتَحَرُّونَهُمَا , يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ الْأَضْحَى , وَبَعْدَ صَلَاةِ الْفَجْرِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ , وَبَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ إِلَى غُرُوبِ الشَّمْسِ»
Sunan Daruquthni 953: Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaq menceritakan kepada kami, Ahmad bin Al Khalil menceritakan kepada kami, Khalaf bin Tamim menceritakan kepada kami, Abu Bakar An-Nahsyali menceritakan kepada kami, dari Athiyyah bin Sa'd, dari Abu Sa'id Al Khudri, ia berkata, "Rasulullah SAW bersabda, 'Ada dua hari dalam setahun yang kalian tidak boleh berpuasa padanya, dan ada dua waktu di siang hari yang kalian tidak boleh shalat padanya, karena sesungguhnya kaum nashrani dan kaum yahudi menantikannya, yaitu hari Idul Fithri dan Idul Adhha, dan setelah shalat Subuh hingga terbitnya matahari dan setelah shalat Ashar hingga terbenamnya matahari'