سنن الدارقطني ٩٩: نا ابْنُ صَاعِدٍ , نا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ الْمُقَدَّمِيُّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْعَبْدِيُّ , وَأَبُو سَلَمَةَ الْمِنْقَرِيُّ , قَالَا: نا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ , نا الزُّهْرِيُّ , عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا , وَقَالَ: «إِنَّمَا حُرِّمَ لَحْمُهَا وَدِبَاغُ إِهَابِهَا طَهُورُهَا»
Sunan Daruquthni 99: Ibnu Sha'id mengabarkan kepada kami, Ahmad bin Abu Bakar Al Muqaddami mengabarkan kepada kami, Muhammad bin Katsir Al Abdi dan Abu Salamah Al Manqari mengabarkan kepada kami, keduanya mengatakan: Sulaiman bin Katsir mengabarkan kepada kami, Az-Zuhri mengabarkan kepada kami, dari Ubaidullah, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SAW, tentang (kisah) ini, dan beliau bersabda, "Sesungguhnya yang diharamkan itu adalah dagingnya. Sedangkan penyamakan kulitnya dapat menyucikannya."