سنن الدارقطني ٢٨١٢: ثنا الْحُسَيْنُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ , نا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ الْمُقْرِئُ , نا يَعْقُوبُ الْحَضْرَمِيُّ , نا عُمَرُ بْنُ فَرُّوخَ , نا خُبَيْبُ بْنُ الزُّبَيْرِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الثَّمَرَةِ حَتَّى تَبْدُوَ صَلَاحُهَا وَتَبِينَ تَبْيَضَّ أَوْ تَحْمَرَّ , وَنَهَى عَنْ بَيْعِ اللَّبَنِ فِي ضُرُوعِهَا , وَالصُّوفِ عَلَى ظُهُورِهَا»
Sunan Daruquthni 2812: Al Husain bin Ismail menceritakan kepada kami, Muhammad bin Khalaf Al Muqri' menceritakan kepada kami, Ya'qub Al Hadhrami menceritakan kepada kami, Umar bin Farrukh menceritakan kepada kami, Khubaib bin Az-Zubair menceritakan kepada kami dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Rasulullah SAW melarang menjual buah sampai tampak matang dan jelas memutih atau memerah, dan melarang menjual air susu yang masih berada di dalam kantung susu, dan bulu yang masih melekat pada tubuh binatang."