سنن الدارقطني ٢٨١٣: ثنا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْوَكِيلِ , أنا أَبُو حَفْصٍ عَمْرُو بْنُ عَلِيٍّ , ثنا قُرَّةُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْأَسَدِيُّ , نا عُمَرُ بْنُ فَرُّوخَ , حَدَّثَنِي خُبَيْبُ بْنُ الزُّبَيْرِ , عَنْ عِكْرِمَةَ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , قَالَ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ تُبَاعَ ثَمَرَةٌ حَتَّى يُطْعَمَ , أَوْ صُوفٌ عَلَى ظَهْرٍ , أَوْ لَبَنٌ فِي ضَرْعٍ , أَوْ سَمْنٌ فِي لَبَنٍ». أَرْسَلَهُ وَكِيعٌ , عَنْ عُمَرَ بْنِ فَرُّوخَ
Sunan Daruquthni 2813: Ahmad bin Abdullah bin Al Wakil menceritakan kepada kami, Abu Hafash Amr bin Ali menceritakan kepada kami, Qurrah bin Sulaiman Al Asadi menceritakan kepada kami, Umar bin Farrukh menceritakan kepada kami, Khubaib bin Az-Zubair menceritakan kepadaku dari Berimah, dari Ibnu Abbas RA, ia berkata, "Rasulullah SAW melarang menjual buah sampai ia layak dimakan, atau bulu yang masih berada di tubuh binatang, atau susu yang masih berada dikantung susu, atau mentega yang masih terdapat pada susu." Hadits diriwayatkan secara mursal oleh Waki' dari Umar bin Farrukh.