سنن الدارقطني ٢٨٣٧: حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ سَعِيدٍ , ثنا الْحَسَنُ بْنُ جَعْفَرِ بْنِ مِدْرَارٍ , حَدَّثَنِي عَمِّي طَاهِرٌ , نا الْحَسَنُ بْنُ عُمَارَةَ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ عَبْدِ اللَّهِ , قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا اخْتَلَفَ الْبَيِّعَانِ فَالْقَوْلُ مَا قَالَ الْبَائِعُ , فَإِذَا اسْتَهْلَكَ فَالْقَوْلُ قَوْلُ الْمُشْتَرِي». الْحَسَنُ بْنُ عُمَارَةَ مَتْرُوكٌ
Sunan Daruquthni 2837: Ahmad bin Muhammad bin Sa'id menceritakan kepada kami, Al Hasan bin Ja'far bin Midrar menceritakan kepada kami, pamanku Thahir menceritakan kepadaku, Al Husain bin Umarah menceritakan kepada kami dari Al Qasim bin Abdurrahman, dari ayahnya, dari Abdullah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Apabila penjual dan pembeli saling berselisih, maka keputusan sesuai dengan perkataan penjual. Namun jika barang telah dipakai, maka perkataan pembeli yang menjadi acuan." Al Hasan bin Umarah adalah perawi matruk.