سنن الدارقطني ٢٨٣٨: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ سَعِيدٍ الْهَمْدَانِيُّ , نا أَبُو عَبْدِ الْمَلِكِ أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الدِّمَشْقِيُّ , نا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ , نا ابْنُ عَيَّاشٍ , نا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي لَيْلَى , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ , عَنْ أَبِيهِ , عَنْ جَدِّهِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا اخْتَلَفَ الْمُتَبَايِعَانِ فِي الْبَيْعِ وَالسِّلْعَةِ كَمَا هِيَ لَمْ تُسْتَهْلَكْ فَالْقَوْلُ قَوْلُ الْبَائِعِ أَوْ يَتَرَادَّانِ الْبَيْعَ».
Sunan Daruquthni 2838: Muhammad bin Al Husain bin Sa'id Al Hamadzani menceritakan kepada kami, Abu Abdul Malik Ahmad bin Ibrahim Ad-Dimasyqi menceritakan kepada kami, Hisyam bin Ammar menceritakan kepada kami, Ibnu Ayyasy menceritakan kepada kami, Musa bin Uqbah menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Abu Laila, dari Al Qasim bin Abdurrahman Abdullah bin Mas'ud, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika penjual dan pembeli berselisih faham dalam transaksi mereka, sementara barangnya masih seperti sediakala belum dipergunakan, maka perkataan penjual yang menjadi acuan atau keduanya saling membatalkan jual beli tersebut. "