hadith book logo

Sunan Daruquthni: Hadith 2956

13. Jual Beli

سنن الدارقطني

2956
Sunan Daruquthni
Albani: Sanadnya dhaif. Di dalam hadits ini terdapat perawi bernama Muhammad bin Ubaidullah —yaitu Al Arzumi—, perawi yang riwayatnya ditinggalkan karena dituduh berdusta dalam periwayatan. Biografinya telah dijelaskan sebelumnya. Sedangkan Ibrahim bin Yahya adalah perawi dha‘if.
سنن الدارقطني ٢٩٥٦: ثنا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَلِيٍّ , نا مُحَمَّدُ بْنُ نُوحِ بْنِ حَرْبٍ الْعَسْكَرِيُّ , نا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ , نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي يَحْيَى , عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ , عَنْ عَطَاءٍ , عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ: «مَنْ وَهَبَ هِبَةً فَارْتَجَعَ بِهَا فَهُوَ أَحَقُّ بِهَا مَا لَمْ يُثَبْ مِنْهَا , وَلَكِنَّهُ كَالْكَلْبِ يَعُودُ فِي قَيْئِهِ»
Sunan Daruquthni 2956: Abdushshamad bin Ali menceritakan kepada kami, Muhammad bin Nun bin Harb Al Askari menceritakan kepada kami, Yahya bin Ghailan menceritakan kepada kami, Ibrahim bin Abu Yahya menceritakan kepada kami dari Muhammad bin Ubaidullah, dari Atha‘ dari Ibnu Abbas RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa memberikan sesuatu kemudian ia menariknya kembali, maka ia lebih berhak atas hibahnya tersebut selama pemberian itu belum tetap. Namun ia seperti seekor anjing yang menelan kembali muntahnya."