سنن الدارقطني ٢٩٧٤: ثنا مُحَمَّدُ بْنُ سَهْلِ بْنِ الْفَضْلِ الْكَاتِبُ , نا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ الْفَرَائِضِيُّ , نا الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ , نا مُعَاوِيَةُ بْنُ سَلَّامٍ , عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ , أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ , أَنَّ أَبَا عَيَّاشٍ أَخْبَرَهُ , أَنَّهُ سَمِعَ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ , يَقُولُ: «نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الرُّطَبِ بِالتَّمْرِ نَسِيئَةً». تَابَعَهُ حَرْبُ بْنُ شَدَّادٍ , عَنْ يَحْيَى. وَخَالَفَهُ مَالِكٌ , وَإِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ , وَالضَّحَّاكُ بْنُ عُثْمَانَ , وَأُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ , رَوَوْهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ يَزِيدَ وَلَمْ يَقُولُوا فِيهِ: نَسِيئَةً. وَاجْتِمَاعُ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعَةِ عَلَى خِلَافِ مَا رَوَاهُ يَحْيَى يَدُلُّ عَلَى ضَبْطِهِمْ لِلْحَدِيثِ , وَفِيهِمْ إِمَامٌ حَافِظٌ وَهُوَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ
Sunan Daruquthni 2974: Muhammad bin Sahl bin Al Fadhl Al Katib menceritakan kepada kami, Ali bin Zaid Al Fara'idhi menceritakan kepada kami, Ar-Rabi' bin Nafi' menceritakan kepada kami, Mu'aiyah bin Sallam menceritakan kepada kami dari Yahya bin Abu Katsir, Abdullah bin Yazid mengabarkan kepadaku bahwa Abu Ayyasy mengabarkan kepadanya bahwa ia pernah mendengar Sa'd bin Abu Waqqash berkata, "Rasulullah SAW melarang menjual kurma yang masih basah dengan kurma yang sudah kering dengan cara nasi'ah (dibayar kemudian)." Hal ini diperkuat oleh riwayat Harb bin Syaddad, dari Yahya. Sementara itu Malik, Ismail bin Umayyah, Adh-Dhahhak bin Utsman, dan Usamah bin Zaid berbeda dengannya. Mereka meriwayatkannya dari Abdullah bin Yazid dan tidak menyebut di dalamnya naskah. Sikap sepakat mereka berempat yang berseberangan dengan apa yang telah diriwayatkan oleh Yahya menunjukkan ketelitian mereka terhadap hadits. Apalagi di antara mereka juga terdapat seorang Imam hadits, yaitu Malik bin Anas.