سنن الدارقطني ٣١١٠: نا يَحْيَى بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ صَاعِدٍ , وَالْقَاضِي الْحُسَيْنُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَنْطَاكِيُّ , قَالَا: نا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُنْقِذٍ الْخَوْلَانِيُّ , نا إِدْرِيسُ بْنُ يَحْيَى الْخَوْلَانِيُّ , حَدَّثَنِي بَكْرُ بْنُ مُضَرٍ , حَدَّثَنِي حَمْزَةُ النَّصِيبِيُّ , عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ , حَدَّثَنِي طَاوُسٌ , عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قُتِلَ فِي عِمِّيَّا رِمِّيَّا يَكُونُ بَيْنَهُمْ بِالْحِجَارَةِ أَوْ عَصًا فَهُوَ خَطَأٌ عَقْلُهُ عَقْلُ الْخَطَأِ , وَمَنْ قَتَلَ عَمْدًا فَهُوَ قَوَدُ يَدِهِ , مَنْ حَالَ دُونَهُ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ». زَادَ الْحُسَيْنُ: «لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا».
Sunan Daruquthni 3110: Yahya bin Muhammad bin Sha'id dan Al Qadhi Husain bin Abdurrahman Al Anthaqi menceritakan kepada kami, mereka berkata: Ibrahim bin Munqidz Al Khaulani menceritakan kepada kami, Idris bin Yahya Al Khaulani menceritakan kepada kami, Bakar bin Madhar menceritakan kepada kami, Hamzah An-Nashbi menceritakan kepada kami dari Amr bin Dinar, Thawus menceritakan kepada kami dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Barangsiapa terbunuh tanpa diketahui pembunuhnya karena terkena lemparan batu atau kayu, maka itu adalah pembunuhan tanpa disengaja dan diyat-nya adalah diyat pembunuhan tak sengaja. Barangsiapa yang membunuh secara sengaja, maka ia memperoleh qishash. Barangsiapa berusaha mengakali selain itu, maka dia mendapat laknat Allah, Malaikat, dan semua orang." Al Husain menyebutkan juga tambahan, "Allah tidak menerima tobat dan denda darinya"